Malam semakin larut. Suasana rumah mulai benar-benar tenang, seolah semua hiruk pikuk hari itu telah ditarik perlahan menjauh.
Suara langkah kecil Kayla sudah tidak terdengar lagi. Hanya sesekali terdengar suara halus dari pendingin ruangan dan gesekan tirai yang tersentuh angin malam.
Lampu-lampu diredupkan. Menyisakan kehangatan lembut di setiap sudut ruangan. Cahaya kuning yang tidak terlalu terang cukup untuk membuat semuanya terasa nyaman.
Rumah itu terasa hidup, namun tidak bising. Tenang dan hangat. Seperti tempat yang benar-benar bisa membuat orang pulang tanpa beban.
Valencia mengantar mereka ke kamar tamu yang sudah disiapkan. Langkahnya pelan, tidak ingin memecah ketenangan yang sudah terbentuk.
“Semoga nyaman ya,” ujarnya sambil tersenyum. Senyum yang tulus tanpa formalitas berlebihan.
Fania mengangguk. “Terimakasih.”
Ren ikut menepuk bahu Ronald ringan. “Anggap saja rumah sendiri.”
Ronald mengangguk kecil. “Thanks.”
Tidak banyak kata, namun cukup. Karena suasana sudah berbicara lebih dulu.
Pintu kamar tertutup perlahan. Bunyi klik kecil itu terdengar jelas di tengah sunyi. Dan begitu mereka berdua di dalam suasana berubah. Lebih hening, lebih pribadi, lebih jujur.
Kamar itu sederhana, namun terasa dipersiapkan dengan perhatian. Tempat tidur rapi, seprai bersih, bantal tersusun rapi.
Lampu tidur menyala hangat di sisi ranjang. Dan ada aroma lembut, mungkin dari diffuser atau sabun laundry yang membuat napas terasa lebih ringan.
Fania berjalan pelan ke dalam. Langkahnya tidak terburu-buru. Seolah menikmati setiap detik ketenangan itu. Ia duduk di tepi tempat tidur.
Namun kali ini bukan sekadar duduk. Ada jeda dalam gerakannya dan ada sesuatu yang tertahan. Seolah ada kalimat yang sudah lama ada, tapi baru sekarang menemukan waktu yang tepat untuk keluar.
Ronald meletakkan tas di sudut ruangan. Gerakannya biasa saja, namun saat ia menoleh ia langsung menangkap sesuatu.
Fania berbeda, bukan dari luar. Tapi dari caranya diam. Ekspresinya berubah sedikit. Le…
RONALD & FANIA
BAB 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments