Dokter menutup map hasil pemeriksaan setelah membacanya sekali lagi.
Ronald dan Fania masih menunggu dengan jantung berdebar.
"Dok... bagaimana hasilnya?"
Tanya Ronald lebih dulu.
Dokter tersenyum tipis, berusaha menenangkan pasangan suami istri di hadapannya.
"Syukurlah, tidak ada tanda penyakit serius dari hasil pemeriksaan laboratorium."
Ronald mengembuskan napas panjang.
Tanpa sadar, bahunya yang sejak tadi menegang akhirnya mengendur.
Fania pun memejamkan mata sejenak, mengucap syukur dalam hati.
"Namun..."
Satu kata itu kembali membuat keduanya menatap dokter dengan tegang.
"Keadaan Ibu memang tidak boleh dianggap sepele."
Dokter melanjutkan penjelasannya.
"Hemoglobin Ibu berada di bawah batas normal. Selain itu, tubuh Ibu mengalami kelelahan yang cukup berat akibat kurang istirahat, pola makan yang tidak teratur, dan aktivitas yang terlalu dipaksakan."
Ronald langsung menoleh kepada Fania.
Tatapan mereka bertemu.
Ia baru menyadari bahwa selama ini Fania benar-benar mengabaikan kesehatannya.
"Bukan berarti berbahaya saat ini."
"Lalu kenapa sampai pingsan, Dok?"
Tanya Ronald.
"Karena tubuh memiliki batas."
"Kalau terus dipaksa, tubuh akan berhenti dengan caranya sendiri."
Kalimat dokter terdengar sederhana.
Namun cukup membuat Ronald merasa seperti sedang ditegur.
Selama ini ia terlalu fokus memperbaiki luka hati Fania, sampai lupa memastikan tubuh istrinya benar-benar pulih.
Dokter kemudian memberikan beberapa lembar resep dan saran.
"Ibu harus banyak istirahat."
"Asupan makan harus diperbaiki."
"Kurangi pekerjaan rumah yang terlalu berat."
"Kalau dalam beberapa minggu masih sering pusing, lakukan kontrol kembali."
Ronald mengangguk mantap.
"Baik, Dok."
"Saya akan pastikan semuanya."
Dokter tersenyum.
"Saya senang mendengar itu."
"Pasien seperti Ibu Fania biasanya lebih cepat pulih kalau mendapat dukungan keluarga."
Setelah dokter pamit, suasana kamar kembali hening.
Ronald masih memandangi hasil pemeriksaan di tangannya.
Matanya perlahan memerah.
Fania menyen…
RONALD & FANIA
BAB 145
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments