Pintu kamar hotel tertutup pelan. Suara “klik” itu, seolah memutus dunia luar. Namun tidak dengan perasaan Fania.
Ia berjalan masuk lebih dulu. Langkahnya cepat. Langsung menuju sofa di dekat jendela. Duduk, menyilangkan tangan. Diam.
Masih sama seperti di mobil, ngambek.
Ronald menutup pintu. Melepas jasnya perlahan. Menggantungnya. Gerakannya tenang. Terbiasa. Namun matanya sesekali melirik ke arah Fania.
Dan jelas, suasana itu belum selesai. Beberapa detik berlalu. Ronald akhirnya berjalan mendekat. Tidak langsung duduk.
Ia berdiri di depan Fania. Menatapnya. “Kamu masih kesel?” Tanyanya pelan. Tidak menekan.
Fania tidak menjawab. Ia hanya menoleh ke arah lain. Menghindar.
Ronald menghela napas kecil. Lalu, ia duduk di sampingnya. Tidak terlalu dekat namun cukup.
“Fan.” Panggilannya lebih lembut sekarang.
Fania tetap diam. Namun bahunya bergerak sedikit. Menandakan ia mendengar.
Ronald menoleh ke arahnya.
“Lihat aku.” Ujarnya pelan.
Namun kali ini, lebih serius. Fania diam beberapa detik. Seolah menimbang. Lalu akhirnya, ia menoleh perlahan.
Tatapan mereka bertemu. Dan di sana, Ronald melihat semuanya lagi. Sisa emosi itu. Kesal. Cemburu. Dan sedikit rasa takut yang Fania sendiri mungkin belum sepenuhnya sadari.
Ronald mengangkat tangannya. Menyentuh pipi Fania perlahan. Lembut.
Fania tidak menolak. Namun matanya masih menyimpan sisa keras kepala.
“Kenapa mereka harus melihat kamu seperti itu…” gumam Fania akhirnya. Suaranya pelan.
Lebih terdengar lelah daripada marah.
Ronald menghela napas kecil. “Itu bukan aku yang atur.” Jawabnya jujur.
Fania langsung membalas. “Tapi kamu hanya diam.”
Nada suaranya naik sedikit. Tipis namun terasa.
Ronald mengangguk pelan. “Iya.” Tidak defensif. Tidak membela diri.
Dan justru karena itu Fania sedikit terdiam. Ia tidak menyangka Ronald akan mengakuinya begitu saja.
Ronald kembali bicara.
“Aku diam… karena pekerjaan.” Nada suaranya rendah. Tenang. “Tapi bukan berarti aku suka.”
Fania menatapnya beberapa detik. Mencari sesuatu di…
RONALD & FANIA
BAB 66
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments