Menjadi orang tua ternyata jauh berbeda dibanding semua yang mereka bayangkan. Jauh, sangat jauh.
Semua buku yang dibaca Ronald. Semua artikel yang dibaca Fania. Semua saran dari keluarga. Ternyata tidak ada yang benar-benar bisa mempersiapkan mereka untuk kenyataan sesungguhnya.
Karena kenyataannya, bayi tidak peduli orang tuanya mengantuk. Bayi tidak peduli orang tuanya lelah. Dan bayi juga tidak peduli kalau jam sekarang menunjukkan pukul tiga pagi.
"Nald..." Suara Fania terdengar lemah dari atas tempat tidur.
Ronald yang baru saja memejamkan mata selama dua puluh menit langsung membuka mata lagi.
"Hm?"
"Dia bangun lagi."
Tangisan kecil kembali memenuhi kamar. Ronald menatap jam.
03.12.
Pria itu menutup mata beberapa detik. Lalu tertawa kecil. "Aku baru tidur."
"Aku juga."
Mereka saling menatap. Lalu tertawa bersamaan. Karena tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menerimanya.
Ronald segera bangun. Mengangkat bayi kecil mereka dengan hati-hati. Meski sudah beberapa minggu menjadi ayah, pria itu masih selalu terlihat terlalu hati-hati.
Seolah sedang memegang benda paling berharga di dunia. Yang memang benar. Baginya, memang begitu.
"Nah..." Ronald mengayun pelan. "Kita kenapa?"
Tangisan bayi itu perlahan mereda.
Fania memperhatikan dari tempat tidur sambil tersenyum. Hatinya selalu hangat melihat pemandangan itu.
Karena Ronald yang dulu begitu tenang dan rasional kini bisa berbicara selama lima belas menit penuh dengan seseorang yang bahkan belum bisa menjawab.
***
Pagi harinya rumah kembali ramai. Bukan oleh tamu. Melainkan oleh perlengkapan bayi yang entah kenapa selalu berserakan ke mana-mana.
Botol susu, selimut, mainan, popok, bantal kecil, dan berbagai barang lain yang sebelumnya tidak pernah ada dalam hidup mereka.
Fania yang sedang duduk di sofa menggendong bayi mereka sambil menyusui. Sementara Ronald bersiap berangkat kerja.
Pria itu sudah memakai kemeja, sudah siap. Sudah memegang tas namun belum pergi juga. Karena sejak lima menit lalu ia masih be…
RONALD & FANIA
BAB 87
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments