Hari-hari berikutnya berlalu tanpa perubahan yang berarti.
Tidak ada pertengkaran.
Tidak ada bentakan.
Tidak ada air mata yang terlihat.
Namun justru karena semuanya tampak baik-baik saja, tak seorang pun menyadari bahwa hubungan Ronald dan Fania sedang perlahan kehilangan denyutnya.
Pagi itu Ronald sudah bersiap berangkat ketika Fania datang membawa dasi yang tertinggal di atas meja.
"Mas."
Ronald menoleh.
"Dasi."
"Oh..."
Ronald tersenyum tipis.
"Makasih."
Fania hanya mengangguk, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya di dapur.
Dulu, ia pasti akan membantu memasangkan dasi itu di leher Ronald sambil bercanda bahwa suaminya terlalu ceroboh.
Sekarang...
Ia hanya menyerahkannya.
Sesederhana itu.
Ronald menggenggam dasi tersebut cukup lama.
Perubahan kecil itu kembali menusuk dadanya.
Sebelum keluar rumah, Ronald mendekati putra mereka yang sedang bermain mobil-mobilan.
"Papa berangkat dulu ya."
"Hati-hati, Pa."
Ronald mencium kening putranya.
Lalu tanpa sadar melirik ke arah Fania.
Wanita itu sedang mencuci piring.
Biasanya ia akan menghampiri.
Mencium kening istrinya.
Namun entah sejak kapan...
Ia mulai takut ditolak.
Akhirnya Ronald hanya berkata pelan.
"Aku berangkat."
"Iya."
"Hati-hati."
Jawaban Fania tetap sama.
Tenang.
Lembut.
Namun terasa begitu jauh.
Sesampainya di kantor, Ronald mencoba memusatkan perhatian pada pekerjaannya.
Namun pikirannya terus kembali ke rumah.
Ia membuka galeri ponselnya.
Tanpa sadar melihat foto-foto lama.
Ada foto saat Fania masih sering memeluk lengannya ketika berjalan di pusat perbelanjaan.
Ada foto saat mereka tertawa karena gagal membuat kue bersama.
Ada video ketika Fania tertidur di bahunya saat perjalanan pulang.
Ronald tersenyum kecil.
Lalu senyumnya memudar.
Sudah lama sekali ia tidak melihat senyum Fania yang sebebas itu.
Di rumah.
Fania sedang melipat pakaian sambil menemani putra mereka menggambar.
"Mama."
"Iya?"
"Gambar Papa."
Fania tersenyum.
"Iya, coba gambar Papa."
Anak itu mulai menggambar tiga orang.
Dirinya.…
RONALD & FANIA
BAB 124
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments