Suasana pesta masih hangat. Lampu-lampu menggantung indah di langit-langit, membentuk kilau lembut yang memantul di lantai marmer. Bayangan para tamu bergerak perlahan, seolah mengikuti irama musik yang mengalun tenang di sudut ruangan. Gelas-gelas beradu pelan. Tawa terdengar di berbagai arah. Semuanya tampak hidup.
Terlalu hidup. Untuk seseorang yang sedang berusaha menahan sesuatu di dalam dirinya.
Di tengah semua itu Fania berdiri bersama Chaerlina dan Livia. Posisinya tetap dan ekspresinya terjaga.
Ia sesekali tersenyum, mengangguk, bahkan ikut tertawa kecil saat Livia melempar candaan ringan.
Dari luar ia tampak baik-baik saja. Namun di dalam pikirannya masih belum benar-benar pergi dari satu arah. Satu titik yang terus menariknya kembali. Meski ia berusaha melawan. Meski ia mencoba fokus pada hal lain.
Namun kali ini suara lain memecah alur itu.
“Vi.” Suara pria itu terdengar santai, akrab. Dan cukup dekat untuk langsung menggeser perhatian.
Livia langsung menoleh refleks. Matanya sedikit melebar seolah tidak menyangka lalu dalam hitungan detik berubah. Lebih hangat dan lebih hidup.
“Mark?” Nada suaranya naik tipis tidak dibuat-buat. Tidak disaring, spontan. Dan cukup jelas untuk menunjukkan sesuatu.
Pria itu tersenyum. Langkahnya santai saat mendekat. Tidak terburu-buru. Namun juga tidak ragu. Seolah ia memang datang ke arah itu sejak awal. Namun sebelum Livia sempat mengatakan apa pun Fania sudah lebih dulu mengenalinya.
Mark, asisten pribadi Ronald. Seseorang yang selalu hadir di balik layar kehidupan Ronald. Yang mengatur jadwal, yang memastikan semua berjalan sesuai rencana. Yang hampir tidak pernah benar-benar terlihat namun selalu ada.
Fania sering melihatnya, di rumah. Di kantor, dalam percakapan-percakapan singkat yang formal. Selalu rapi dan selalu terjaga. Selalu profesional dan sekarang ia berdiri di sini.
Di tengah pesta dengan ekspresi yang berbeda. Dengan cara yang lebih santai, dengan Livia. Fania mengernyit sedikit bukan karena tidak suka. Na…
RONALD & FANIA
BAB 28
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments