Minggu-minggu berlalu, masa kehamilan ternyata berjalan lebih lambat dari yang Fania bayangkan. Bukan karena waktunya benar-benar lambat. Namun karena setiap hari terasa panjang, sangat panjang.
Ada hari ketika ia merasa baik-baik saja. Bisa makan, bisa tertawa, bisa berjalan mengelilingi rumah sambil menemani Ronald bekerja dari rumah. Namun ada juga hari ketika ia bahkan tidak ingin bangun dari tempat tidur. Hari ini termasuk salah satunya.
Pagi baru menunjukkan pukul delapan saat Ronald keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya masih meringkuk di bawah selimut.
Biasanya Fania sudah bangun sejak satu jam lalu. Namun sekarang hanya ujung rambutnya yang terlihat. Ronald tersenyum kecil. Kemudian ia berjalan mendekat lalu duduk di tepi tempat tidur.
"Fan." Tidak ada jawaban.
"Sayang." Masih diam.
Ronald terkekeh pelan. "Aku tau kamu sudah bangun."
Beberapa detik kemudian selimut bergerak sedikit, lalu terdengar suara pelan.
"Aku tak mau bangun."
Ronald menggigit bibir menahan senyum. "Kenapa?"
"Lemas."
"Hari ini mual?"
"Sedikit."
Ronald mengusap puncak kepala istrinya dari balik selimut. "Kalau sarapan?"
"Tak mau."
"Kalau buah?"
"Tak mau."
"Kalau es krim?"
Selimut langsung bergerak, wajah Fania muncul perlahan.
Ronald langsung tertawa. "Tuh kan."
Fania mendelik kecil. "Itu beda."
"Bedanya apa?"
"Es krim bukan makanan."
Ronald akhirnya benar-benar tertawa. Bahkan dalam kondisi seperti ini logika istrinya masih tetap unik.
Menjelang siang keadaan Fania sedikit membaik. Ia akhirnya mau duduk di ruang keluarga. Walau tetap bersandar di sofa sambil memeluk bantal.
Ronald yang sedang bekerja beberapa kali melirik ke arahnya. Memastikan semuanya baik-baik saja.
Awalnya Fania hanya menonton televisi. Lalu memainkan ponselnya, lalu bosan. Kemudian bosan lagi. Dan akhirnya.
"Sayang."
"Iya?"
"Aku bosan."
Ronald tidak mengangkat kepala. "Hm."
"Aku bosan banget."
"Hm."
Fania manyun. "Suamiku tak peduli aku bosan."
Ronald akhirnya menoleh. Tatapan mereka bertemu. Lalu Ronald…
RONALD & FANIA
BAB 80
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments