Pagi itu Ronald berangkat lebih awal dari biasanya.
Ada rapat penting dengan klien luar negeri yang tidak bisa ditunda.
Sebelum keluar rumah, ia sempat menoleh ke arah dapur.
Fania sedang menyiapkan bekal untuk putra mereka.
Biasanya, Ronald akan menghampiri, mencium kening istrinya, lalu berpamitan.
Namun kini...
Ia hanya berdiri beberapa detik.
Entah mengapa, ia merasa canggung melakukan kebiasaan yang dulu begitu alami.
"Aku berangkat."
Fania menoleh dan tersenyum tipis.
"Iya. Hati-hati."
Ronald mengangguk pelan, lalu pergi.
Begitu suara pintu tertutup, rumah kembali sunyi.
Fania menghela napas panjang.
Ia tidak marah.
Tidak kecewa.
Hanya merasa ada ruang kosong yang semakin melebar di antara mereka.
Dulu, Ronald selalu menyempatkan memeluknya sebelum berangkat, meski hanya beberapa detik.
Sekarang, kebiasaan kecil itu menghilang begitu saja.
Dan Fania memilih tidak memintanya kembali.
Bukankah Ronald pernah mengatakan ia harus belajar mandiri?
Maka ia sedang berusaha melakukannya.
Termasuk membiasakan diri tanpa pelukan setiap pagi.
Hari itu Livia datang mengunjungi Fania.
Mereka duduk di teras sambil menikmati teh hangat.
Livia memperhatikan wajah sahabatnya yang tampak lebih pucat.
"Kamu baik-baik aja?"
Fania tersenyum.
"Baik."
Livia menggeleng pelan.
"Kamu nggak pernah bisa bohong."
Fania tertawa kecil.
"Emang kelihatan banget?"
"Iya."
Livia menggenggam tangan Fania.
"Ada masalah sama Ronald?"
Pertanyaan itu membuat Fania terdiam.
Beberapa saat kemudian, ia menggeleng.
"Nggak ada."
"Lalu?"
Fania menatap halaman rumah.
"Kadang... orang nggak harus bertengkar buat sama-sama terluka."
Livia terdiam.
Ia tidak lagi bertanya.
Karena dari mata Fania saja, ia sudah tahu sahabatnya sedang menahan terlalu banyak hal.
Di kantor, Ronald kembali tenggelam dalam pekerjaan.
Rapat demi rapat berlangsung tanpa jeda.
Saat jam makan siang tiba, ia baru sadar belum sempat membuka ponselnya.
Ada satu pesan dari Fania.
«"Semangat kerjanya."»
Hanya itu.
Ronald membalas singka…
RONALD & FANIA
BAB 123
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments