Pagi itu, Ronald terbangun lebih dulu.
Semalaman ia hampir tidak bisa memejamkan mata setelah melihat Fania kembali sempoyongan karena pusing.
Semakin dipikirkan, semakin besar rasa khawatir yang memenuhi dadanya.
Ia tidak ingin menganggap remeh keadaan istrinya.
Ia pernah terlambat menyadari luka di hati Fania.
Kali ini, ia tidak ingin terlambat menyadari kondisi tubuhnya.
Saat turun ke dapur, Ronald mendapati Fania sudah kembali sibuk memasak.
Seolah kejadian semalam tidak pernah terjadi.
"Fan."
"Iya, Mas?"
"Kamu masih pusing?"
Fania menggeleng sambil tersenyum.
"Udah mendingan."
Ronald mendekat.
Ia memperhatikan wajah istrinya lebih saksama.
Lingkar hitam di bawah matanya semakin jelas.
Bibirnya juga tampak pucat.
"Kamu bohong."
Fania tersenyum kecil.
"Nggak."
"Ini benar-benar udah mendingan."
Ronald menghela napas.
Ia tahu Fania sedang berusaha meyakinkannya.
Namun kali ini, ia tidak ingin langsung percaya.
Saat sarapan selesai, Ronald tidak mengambil tas kantornya seperti biasa.
Ia justru duduk kembali di kursi.
Fania menatapnya heran.
"Mas?"
"Hari ini aku izin masuk siang."
"Kenapa?"
"Aku mau antar kamu ke dokter."
Fania langsung menggeleng.
"Nggak usah."
"Fan."
"Beneran."
"Aku cuma kecapekan."
Ronald tetap menatapnya.
"Kamu udah bilang 'nggak apa-apa' berkali-kali."
"Tapi keadaan kamu nggak kelihatan baik-baik aja."
Kalimat itu membuat Fania terdiam.
"Mas."
"Aku nggak mau merepotkan."
Ucapan itu membuat Ronald langsung memejamkan mata.
Lagi.
Kalimat itu lagi.
"Aku nggak mau merepotkan."
Ronald menarik napas panjang sebelum menjawab dengan suara pelan.
"Sejak kapan istriku merasa dirinya merepotkan buat aku?"
Fania tidak mampu menjawab.
Matanya mulai memanas.
"Fan."
Ronald menggeser kursinya mendekat.
"Aku ini suami kamu."
"Kalau kamu sakit, aku memang harus tahu."
"Kalau kamu capek, aku memang harus bantu."
"Kalau kamu butuh sesuatu, bilang."
"Bukan dipendam."
Fania menundukkan kepala.
Jemarinya saling menggenggam erat.
Semua kalimat itu terdengar beg…
RONALD & FANIA
BAB 139
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments