Hari-hari terus berjalan. Dan tanpa mereka sadari, bayi kecil mereka mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Tidak ada perubahan besar yang terjadi dalam semalam.
Namun setiap minggu selalu ada hal baru.
Senyum yang semakin sering, tatapan mata yang semakin fokus, gerakan tangan yang semakin aktif.
Hal-hal kecil yang mungkin terlihat biasa bagi orang lain. Namun bagi Ronald dan Fania, itu adalah pencapaian besar.
Pagi itu rumah dipenuhi suara tawa. Bukan suara Ronald, bukan suara Fania melainkan suara kecil yang selama ini mereka tunggu-tunggu.
"Astagaaa!" Fania langsung menutup mulutnya, matanya membesar.
Ronald yang baru keluar dari dapur langsung berhenti. "Apa?"
Fania menunjuk bayi mereka yang sedang berbaring di atas playmat.
"Dia ketawa!"
Ronald langsung mendekat. "Hah?"
"Tadi dia ketawa!"
"Serius?"
"Iya!"
Ronald langsung menatap anak mereka dengan penuh harap dan penuh semangat.
Seolah sedang menunggu keajaiban.
"Nak."
Diam. "Nak."
Masih diam. "Nak..."
Bayi itu malah menguap.
Fania langsung tertawa keras. Sedangkan Ronald terlihat dikhianati.
"Kenapa pas aku datang dia berhenti?"
Fania tertawa sampai matanya berair. "Mungkin dia tau ayahnya terlalu heboh."
"Aku gak heboh."
"Kamu heboh."
Namun beberapa menit kemudian akhirnya keajaiban itu terjadi lagi.
Ronald menggoyangkan boneka kecil di depan wajah anak mereka. Dan tiba-tiba terdengar suara tawa mungil, pendek namun jelas.
Ronald langsung membeku, benar-benar membeku. Matanya melebar, lalu perlahan menoleh ke arah Fania.
"Kamu dengar?"
Fania tertawa sambil mengangguk. "Aku denger."
Ronald menatap anaknya lagi. Dan senyum yang muncul di wajahnya begitu besar hingga membuat Fania ikut tersenyum.
"Tuhan..." Gumam Ronald pelan. "Itu suara paling bagus yang pernah aku dengar."
Hari itu Ronald bahkan merekam hampir semua hal. Tawa pertama, senyum, gerakan tangan. Bahkan ketika anak mereka hanya menatap kipas angin selama sepuluh menit, tetap direkam.
Fania sampai geleng kepala. "Sayang."
"Hm?"
"Kamu punya foto dia b…
RONALD & FANIA
BAB 89
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments