BAB 151
Rumah yang Kembali Hangat
Langit mulai berubah jingga ketika mobil Ronald memasuki halaman rumah. Jalanan masih tampak basah setelah hujan yang turun sejak pagi, menyisakan aroma tanah yang menenangkan.
Ronald mematikan mesin mobil, lalu melirik jam tangannya.
"Syukurlah... sebelum Magrib."
Senyum tipis terukir di wajahnya. Menepati janji pulang lebih awal kini menjadi kepuasan tersendiri baginya.
Belum sempat ia membuka pintu rumah, suara langkah kaki kecil sudah terdengar dari dalam.
"Papa pulang!"
Putra mereka berlari sekencang mungkin, lalu memeluk kaki Ronald erat-erat.
Ronald tertawa kecil sambil mengangkat tubuh mungil itu ke dalam gendongannya.
"Wah, jagoan Papa kangen ya?"
"Iya! Papa hari ini nggak malam."
"Kan Papa udah janji."
Anak kecil itu mengangguk puas sebelum mencium pipi ayahnya.
Dari arah dapur, Fania memperhatikan pemandangan itu dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Tangannya masih memegang sendok kayu, sementara aroma sup hangat memenuhi rumah.
Dulu, menjelang sore seperti ini selalu menjadi waktu yang paling membuatnya gelisah. Ia sering menunggu tanpa kepastian, memandangi jam berkali-kali, bertanya-tanya kapan Ronald pulang.
Kini, penantian itu tidak lagi dipenuhi kecemasan.
Ia percaya Ronald akan kembali.
Ronald menghampiri Fania yang masih berdiri di dekat meja dapur. Tanpa berkata apa-apa, ia mengecup lembut kening istrinya.
"Gimana hari ini?"
"Baik."
"Udah makan?"
"Udah."
"Obatnya?"
"Udah juga."
Ronald mengangguk puas.
"Bagus."
Fania terkekeh pelan.
"Kamu sekarang cerewet."
"Biarin."
"Aku lagi menikmati jadi suami yang perhatian."
Fania hanya tersenyum. Entah sudah berapa kali hari ini Ronald memastikan kondisinya baik-baik saja.
Namun kali ini, perhatian itu tidak terasa berlebihan.
Justru membuat hatinya hangat.
Setelah waktu Magrib berlalu, Fania berjalan menuju ruang keluarga sambil membawa sebuah album foto yang tadi siang ia simpan kembali.
"Nald."
"Hm?"
"Aku mau nunjukin sesuatu."
Ronald segera duduk di samp…
RONALD & FANIA
BAB 151
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments